GameFileNews

Load Your Game File

Pengaruh Episodic Games

E3 2019 kemarin menampilkan Final Fantasy VII Remake yang cukup membuat ber-nostalgia namun dengan grafis yang lebih menyegarkan. Di samping grafisnya, ada satu lagi informasi yang kita terima, yaitu game ini nantinya akan diluncurkan dalam beberapa part dalam waktu yang berbeda.

Konsep ini bukanlah sebuah konsep baru bila kita bandingkan dengan game episodic yang sudah cukup terkenal, seperti The Walking Dead atau Life is Strange. Namun sepertinya semakin lama, semakin banyak game-game yang mengambil tema seperti ini.

Game-game seperti ini cukup menarik dengan memberikan kita rasa ‘penasaran’ yang mirip ketika kita menantikan acara tv mingguan kesayangan kita. Itu bila kita melihat dari sisi positifnya, tapi meskipun metode ini tidak bisa dibilang ‘salah’, ada beberapa dampak yang cukup meresahkan bila ini menjadi sebuah trend kedepannya.

Melihat trend micro-transaction yang sudah menjadi hal biasa meski sebelumnya sempat menjadi sebuah isu yang cukup berbekas untuk beberapa perusahaan gaming besar seperti EA dan membuat para gamers kecewa, episodic game bisa saja menjadi sebuah kekecewaan yang sama atau mungkin lebih besar.

Cerita yang Tidak Lengkap

Pertama-tama, episodic game tidak akan memberikan cerita sebuah game secara keseluruhan, membuat para pemain menunggu kelanjutan dari game tersebut dalam suatu tenggang waktu. Kalau developer mampu memuaskan ekspektasi para gamer dalam kelanjutannya, tentu akan baik sekali, namun ada sebuah kemungkinan dimana kelanjutannya tidak akan sesuai ekspektasi dan memberikan rasa tidak puas pada pemain yang sudah mengeluarkan uang mereka demi sebuah potongan puzzle yang belum selesai.

Menguras Uang

Kalau kelanjutan dari sebuah episodic game bisa didapat dengan cara gratis (seperti update patch misalnya) tentu tidak akan ada yang keberatan, tetapi, kebanyakan dari game seperti ini tentu akan memilih mematokkan harga yang tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya, para gamers seperti membeli satu game sebanyak tiga kali.

Tidak Memuaskan Pemain

Bayangkan saja bila game-game rpg nantinya akan memakai sistem ini dengan alasan ‘kepuasan’ pemain yang lebih maksimal, ini merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan lagi oleh para pengembang video game. Karena para gamers berharap untuk mendapatkan sebuah game yang lengkap dengan harga yang setimbal dengan yang mereka keluarkan. Mungkin bila kita melihat dalam media pop-culture lain seperti film, komik, ataupun novel, sistem ini bekerja dengan baik karena itulah yang dicari oleh para penikmatnya, mereka menginginkan cerita yang diberikan terus bersambung dan berlanjut hingga berakhir dengan sempurna. Namun, di dalam sebuah video game terutama rpg, orang menghabiskan banyak waktu tidak hanya untuk ceritanya saja namun juga berbagai macam objektif lain seperti mengumpulkan items ataupun grinding level, bila kita sudah menghabiskan banyak waktu dalam hal-hal seperti itu, dan pada akhir game tersebut yang kita lihat adalah tulisan ‘bersambung’ pasti akan sangat menjengkelkan.

Ya, episodic game mungkin akan menjadi sebuah genre yang umum kedepannya karena profit yang bisa didapat oleh pihak publisher dan developer. Namun bila nanti kedepannya hal ini akan membawa industry gaming ke arah yang sama persis dengan media pop-culture lainnya, akan banyak gamers yang kecewa dengan hal ini dan mungkin berpaling ke game-game lama yang lebih mementingkan kenikmatan dari game itu sendiri.

Penulis : Dareka933

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Share via
Copy link
Powered by Social Snap